2. Serology/Immunology, Dorset England UK

NO Kode Nama Barang Kemasan
1 RD-AS0100 ASO SLIDE 100 Test/Kit
2 RD-CRP100 CRP SLIDE 100 Test/Kit
3 RD-RF100 RF SLIDE 100 Test/Kit
4 RD-RPR150 RPR CARBON 150 Tes/Kitt
5 RD-RPR500 RPR CARBON 500 Tes/Kitt
6 RD-TPHA200 TPHA 200 Test/Kit
7 RD-VDRL0010 VDRL 10 ml/Vial
8 RD-PREG100 Pregnancy test LATEX 100 Test/Kit
9 RD-NC0005 Widal Negative Control 5 ml/Vial
10 RD-PC0005 Widal Polvalent Positive Control 5 ml/Vial
11 RD-AH0005 Widal/Salmonella Paratyphi A-H 5 ml/Vial
12 RD-AO0005 Widal/Salmonella Paratyphi A-O 5 ml/Vial
13 RD-BH0005 Widal/Salmonella Paratyphi B-H 5 ml/Vial
14 RD-BO0005 Widal/Salmonella Paratyphi B-O 5 ml/Vial
15 RD-CH0005 Widal/Salmonella Paratyphi C-H 5 ml/Vial
16 RD-CO0005 Widal/Salmonella Paratyphi C-O 5 ml/Vial
17 RD-H0005 Widal/Salmonella Typhi H 5 ml/Vial
18 RD-O0005 Widal/Salmonella Typhi O 5 ml/Vial
19 RD-A0010 Golongan Darah Anti-A 10 ml/Vial
20 RD-AB0010 Golongan Darah Anti-A,B 10 ml/Vial
21 RD-B0010 Golongan Darah Anti-B 10 ml/Vial
22 RD-D0010 Golongan Darah Anti-D 10 ml/Vial
3. Elisa Kit

Catalog No. Product Name Method Size
E0320 Anti HCV Elisa 96T/kit
E1301 HIV Elisa 96T/kit
E00315 HBsAg Elisa 96T/kit
E0316 Anti HBs  (HBsAb Elisa 96T/kit
E0317 HBeAg Elisa 96T/kit
E0318 Anti Hbe Elisa 96T/kit
E0319 Anti HBc Elisa 96T/kit
E0321 T-3 Elisa 96T/kit
E0322 T-4 Elisa 96T/kit
E0323 TSH Elisa 96T/kit
E0324 Free T-3 Elisa 96T/kit
E0325 Free T-4 Elisa 96T/kit
E0203-2 Alpha feto-protein (AFP) Elisa 96T/kit
E0205-2 CEA Elisa 96T/kit
E0106-2 HCG Elisa 96T/kit
5. Microbiology

1 Aceton Alkohol/GRAM Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
2 Carbol Gention Violet/GRAM Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
3 Fuchin/GRAM Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
4 Lugol/GRAM Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
5 GRAM SET Reiged 4 x 100 ml
Reiged 4 x 250 ml
6 Carbol Fuchin/ZN Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
7 HCL Alkohol 3%/ZN Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
8 Methylene Blue 0.25 %/ZN Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
9 ZN SET Reiged 3 x 100 ml
Reiged 3 x 250 ml
10 GABET Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
11 KINYOUN Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
12 KOH 10 % Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
13 LUGOL 1 % Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
6. Darah Rutin

NO NAMA BARANG MEREK KEMASAN
1 EDTA 10 % Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
2 EDTA POWDER Reiged 10 gr
Reiged 25 gr
Reiged 100 gr
3 GIEMSA STAIN Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
4 HAYEM Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
5 HCL 0.1 N Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
6 IMERSION OIL Reiged 30 ml
Reiged 50 ml
Reiged 100 ml
7 METHANOL Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
8 Na CITRAT 3.8 % Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
9 NONE Reiged 100  ml
10 PANDY Reiged 100  ml
11 REES ECHER Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
12 TURK Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
13 WRIGHT STAIN Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
14 XYLOL Reiged 100 ml
Reiged 250 ml
7. Rapid Test

No Nama Barang Merk Kemasan
1 DHF/Dengue IgG & IgM Card Panbio 25/Kit
2 Glucocard Strip Arkray 50/Box
3 Glucocard X- Meter Strip Arkray 50/Box
4 GlucoDr Strip All Medicus 50/Box
5 HBsAb  Card, Acon Acon 40/Box
6 HBsAb Strip, Acon Acon 50/Box
7 HBsAg Card, Acon Acon 40/Box
8 HBsAg Strip, Acon Acon 50/Box
9 HCV Card, Acon Acon 40/Box
10 HIV  Card, Acon Acon 40/Box
11 Malaria  Card, Acon Acon 40/Box
12 Narkoba, Amphetamin Card, Acon Acon 40/Box
13 Narkoba, Amphetamin Strip, Acon Acon 50/Box
14 Narkoba, Benzo Card, Acon Acon 40/Box
15 Narkoba, Benzo Strip, Acon Acon 50/Box
16 Narkoba, Cocain Card, Acon Acon 40/Box
17 Narkoba, Cocain Strip, Acon Acon 50/Box
18 Narkoba, Metaphetamin Card, Acon Acon 40/Box
19 Narkoba, Metaphetamin Strip, Acon Acon 50/Box
20 Narkoba, Morphine Card, Acon Acon 40/Box
21 Narkoba, Morphine Strip, Acon Acon 50/Box
22 Narkoba, THC Card, Acon Acon 40/Box
23 Narkoba, THC Strip, Acon Acon 50/Box
24 Pregnancy Test Card, Acon Acon 40/Box
25 Pregnancy Test Strip, Acon Acon 50/Box
26 TB/Tuberculosis Card, Promise Promise 30/Kit
27 UA Sure Strip Apex Bio 25/Tube
28 Urine Stick 10 SG, Uristik Dirui 100/Tube
8. Lain-Lain

1 ALKOHOL 96% Reiged 500  ml
Reiged 1000 ml
2 ALKOHOL 70% Reiged 500  ml
Reiged 1000 ml
3 AMONIUM OXALAT Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
4 ASAM ASETAT GLACIALE Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
5 EOSIN 1% Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
6 EXTRAN NETRAL Reiged 100  ml
Reiged 250  ml
7 H2O2 3% Reiged 250 ml
Reiged 1000 ml
8 Na Cl 0.9% Reiged 250 ml
Reiged 1000 ml
9 Na OH 0.1 N Reiged 250 ml
Reiged 1000 ml
10 ASAM SULFOSALISILAT 20% Reiged 100  ml
11 BaCL 10% Reiged 100  ml
Reiged 250  ml
12 ANISOL Reiged 100  ml
Reiged 250  ml
13 SCHLESINGER REAGENT Reiged 100  ml
Reiged 250  ml
14 Hemaglobin Reiged 500  ml
4. Urinalisa

NO NAMA BARANG MEREK KEMASAN
1 AMONIA 10 % Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
2 ASAM ASETAT 6 % Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
3 ASAM SULFOSALISILAT 3 % Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
4 BENEDITC Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
5 FEHLING A SOLUTION Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
6 FEHLING B SOLUTION Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
7 IODIUM ALKOHOL 1 % Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
8 TCA 3 % Reiged 100  ml
Reiged 250 ml
1. Reagent Kimia Klinik, Rome Italy

No. Nama Barang 2 X 50 ML 2 X 100 ML 2 X 500 ML
1 URIC ACID 2X50ml 2×100ml 2×500
2 ALBUMIN 2X50ml 2×100ml 2×500
3 BILIRUBIN TOTAL 2X50ml 2×100ml 2×500
4 BILIRUBIN DIRECT 2X50ml 2×100ml 2×500
5 CALCIUM 2X50ml 2×100ml 2×500
6 CHLORIDE 2X50ml 2×100ml 2×500
7 CHOLESTEROL 2X50ml 2×100ml 2×500
8 CHOLESTEROL HDL PEG 6000 2X50ml 2×100ml 2×500
9 CHOLINESTERASE 2X50ml 2×100ml 2×500
10 CREATININE 2X50ml 2×100ml 2×500
11 PHOSPHATASE ALKALINE 2X50ml 2×100ml 2×500
12 GAMMA GT 2×50ml 2×100ml 2×500
13 GLUCOSE 2X50ml 2×100ml 2×500
14 GOT- AST 2X50ml 2×100ml 2×500
15 GPT- ALT 2X50ml 2×100ml 2×500
16 LDH SRL 2X50ml 2×100ml 2×500
17 MAGNESIUM SRL 2X50ml 2×100ml 2×500
18 TOTAL PROTEINS 2X50ml 2×100ml 2×500
19 TRIGLYCERIDES 2X50ml 2×100ml 2×500
20 UREA UV 2X50ml 2×100ml 2×500
21 LDL Direct 60+20ml
22 HDL Direct 2×30,2×10 ml
23 Serum control, Precise Norm 1×5ml
24 IRON FERENE 5X25ml
25 COPPER SRL 6 x25 ml
26 ZINC 5×50ml
27 AMILASE MR 6×10ml
28 CK NAC 4×20ml
Sudah diregistrasi di Departemen Kesehatan RI
Tahun 2012 Bali Bebas Rabies

Pemerintah menargetkan Provinsi Bali bebas rabies pada tahun 2012 atau lebih cepat dari target nasional pada tahun 2015. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama mengatakan, Bali dijadikan prioritas penanggulangan penyakit yang disebabkan gigitan hewan penular terutama anjing mengingat rabies di wilayah ini tergolong parah. “Apalagi Bali merupakan daerah tujuan wisata dunia dan daerah strategis bagi ekonomi nasional. Kalau terlambat, dampaknya sampai ke manca negara”, kata Prof. Tjandra pada peringatan Hari Rabies Sedunia di Tabanan Bali tanggal 4 November 2009. Menurut Dirjen P2PL, berbagai kebijakan dilakukan Departemen Kesehatan dalam menanggulangi penyakit rabies. Depkes bekerja sama dengan WHO telah berupaya membantu pengendalian rabies di Provinsi Bali dengan menyediakan vaksin anti rabies (VAR) untuk manusia, menyediakan media penyuluhan, meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petugas kesehatan melalui pelatihan dokter/paramedis Puskesmas dan klinik swasta di 6 Kabupaten/Kota serta membantu kebutuhan vaksin antirabies untuk hewan sebanyak 120.000 dosis.

Prof. Tjandra menambahkan, agar masyarakat dengan mudah mendapat pertolongan bila digigit hewan penular rabies, maka seperti daerah tertular lain dianjurkan mendirikan ”Rabies Center” yaitu Puskesmas atau Rumah Sakit yang ditunjuk Dinas Kesehatan setempat sebagai pusat informasi dan penanganan kasus gigitan hewan penular rabies. Dengan bantuan Bupati atau Walikota se provinsi Bali, diharapkan ketersediaan sarana dan prasarana Rabies Center dapat dipenuhi.

Untuk mendukung Rabies Center tersebut, Depkes menyerahkan beberapa sarana pendukung seperti vaksin untuk manusia 100 kuur (400 vial) untuk 100 pasien, Alat Pelindung Diri (APD) 10 set untuk masing-masing Kabupaten/Kota, media promosi kesehatan khususnya rabies (poster, roll banner, eks banner, leaflet, buku pegendalian, poster dan CD).

Pada kesempatan itu juga diserahkan hadiah lomba melukis bertema anjing bagi siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) se Kabupaten Tabanan. Hasil lomba melukis tersebut akan dipamerkan di Jakarta dalam rangka Hari Kesehatan Nasional Tahun 2009.

Kegiatan Hari Rabies Sedunia tahun 2009 di Tabanan dihadiri oleh jajaran Pimpinan Departemen Kesehatan, Departemen Pertanian, Pejabat Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Tabanan beserta Jajaran terkait dari Dinas Kesehatan, Dinas Peternakan dan Kantor Karantina Hewan serta pejabat terkait lainnya.

Prof. Tjandra mengakui, penyebaran rabies di Bali tergolong cepat. Jika tahun lalu kasusnya hanya terjadi di Badung dan Denpasar, saat ini telah menyebar ke-empat daerah lainnya yaitu Gianyar, Tabanan, Bangli dan Karangasem. Dinas Kesehatan setempat sampai saat ini telah mengidentifikasi 14.264 kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) dan mengakibatkan 15 orang meninggal dengan klinis rabies dan 4 orang dengan hasil laboratorium positif. Sedangkan kasus gigitan akibat hewan penular rabies di seluruh Indonesia sampai saat ini bahkan telah mencapai lebih dari 12.000 kasus gigitan, dimana rata-rata kasus gigitan di 24 provinsi tertular rabies selama 5 tahun terakhir (2005 – 2009) adalah 18.469.

Selain banyaknya populasi anjing di P.Bali, juga banyak hewan penular rabies lainnya yaitu kera. Oleh karena itu perlu kewaspadaan terhadap kemungkinan penularan virus rabies tersebut dari anjing kepada hewan lainnya terutama kera, ujar Prof. Tjandra.

Sebelumnya provinsi Bali merupakan provinsi bebas rabies. Namun dengan ditemukannya kasus positif pada anjing di daerah Kedonganan dan manusia di Desa Ungasan, Jimbaran, Kabupaten Badung pada bulan November 2008, Bali kemudian dinyatakan sebagi provinsi ke-24 yang tertular rabies.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Sesda Bali I Ketut Wija mengatakan, berbagai upaya telah dilaksanakan Pemerintah Prov. Bali dalam rangka mencegah penyebaran rabies antara lain dengan dikeluarkannya instruksi pelarangan lalu lintas hewan penular rabies dari kabupaten tertular ke kabupaten bebas lainnya namun hasilnya belum optimal.

Pelarangan tersebut ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Nomor 88 tahun 2008 tentang Penutupan Sementara Pemasukan dan atau Pengeluaran HPR dari dan atau ke Provinsi Bali. Disamping itu kepada Bupati dan Walikota se Bali agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya penyakit rabies melalui Surat Edaran dan Instruksi Nomor 1 tahun 2009 tentang pencegahan, pengendalian dan pemberantasan penyakit rabies.

Langkah-langkah operasional lainnya, vaksinasi terhadap 66.901 ekor anjing (16,37%) dan dimusnahkannya sebanyak 26.705 ekor anjing (6,53%) dari 408.673 populasi anjing yang ada di Bali. Upaya pemulihan status kesehatan masyarakat bagi yang tergigit hewan penular rabies sudah dilakukan sebanyak 43.788 dosis vaksin anti rabies ditambah pembiayaan pengobatan lainnya yang diperlukan. Juga telah dikembangkannya Rabies Center di masing-masing kabupaten/kota sebagai tempat pelayanan kesehatan sekaligus tempat media promosi mengenai rabies kepada masyarakat, ujar Ketut Wija.

Peringatan Hari Rabies Sedunia dilaksanakan di Kabupaten Tabanan karena merupakan salah satu daerah tertular rabies. Sehingga diharapkan dapat menyatukan langkah dan gerak bersama dalam melaksanakan pemberantasan rabies di Kab. Tabanan khususnya dan provinsi Bali pada umumnya. Demikian Bupati Tabanan, N. Adi Wiryatama, SSos, MSi.

Pada kesempatan itu juga dilakukan pemberian vaksinasi massal bagi hewan peliharaan (anjing) oleh Dinas Peternakan Kab. Tabanan dibawah koordinasi Depatemen Pertanian. Seusai acara dilakukan kunjungan ke Rabies Center yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan Jl. Pahlawan 14 Tabanan.

Program 100 Hari Menkes

Kunjungan Menkes dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH. Dr. PH ke Bandung tanggal 2 November 2009, mendapat perhatian sejumlah media cetak dan elektronik untuk memperoleh penjelasan berbagai hal termasuk program 100 hari Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Bersatu II. Di Bandung, Menkes melakukan serangkaian kegiatan yakni memberikan pengarahan pada seminar memperingati Hari Pneumonia Sedunia “ The Forgotten Killer of Children “ di aula FK-Unpad, mencanangkan pengobatan massal bagi 32 juta penduduk di daerah endemis filariasis (penyakit kaki gajah) di RSUP Hasan Sadikin dan kunjungan ke RS Paru Dr. Rotinsulu.

Usai memberikan pengarahan di FK-Unpad, Menkes langsung dikerubuti media untuk meminta penjelasan seputar program seratus hari dan lain-lain, namun karena jadwalnya yang padat permintaan wartawan baru terpenuhi usai mencanangkan pengobatan massal filariasis di Aula RSUP Hasan Sadikin.

Dalam penjelasannya kepada wartawan, dr. Endang R.Sedyaningsih, mengatakan dalam 100 hari pertama menjalankan tugasnya sebagai Menteri Kesehatan Kabinet Indonesia Bersatu II ada empat program utama yang menjadi fokus agenda kerjanya, yaitu pertama peningkatan pembiayaan kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat dengan penekanan pada penduduk miskin.

Program kedua yaitu peningkatan kesehatan masyarakat untuk mempercepat pencapaian target tujuan pembangunan milenium (MDGs) seperti mengurangi angka kematian bayi, angka kematian ibu melahirkan, penanganan masalah gizi dan sebagainya.

“Program ketiga yaitu pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana,” katanya.

Sedangkan program keempat, yaitu peningkatan ketersediaan, pemerataan dan distribusi tenaga kesehatan terutama di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).

Mengenai program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), Menkes mengatakan pihaknya akan berusaha memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat yang menjadi korban bencana dan orang-orang miskin yang tidak terdaftar seperti gelandangan.

“Hal yang menjadi problem dalam Jamkesmas adalah orang-orang yang tidak terdaftar. Dalam 100 hari ke depan, akan dibagikan kartu bagi orang-orang gelandangan dan orang-orang di panti asuhan sehingga mereka dapat jaminan untuk berobat,” kata Menkes.

Selain itu, Depkes juga akan berusaha menyelesaikan pembayaran tunggakan tagihan Jamkesmas yang belum terselesaikan, ujar dr. Endang.

Untuk mencapai program MDGs juga ada program `sweeping` balita gizi buruk. ” Kita sudah punya data dari Riset Kesehatan Dasar, daerah mana saja yang ada kasus gizi buruk dan kita akan fokuskan ke daerah tersebut, dan kemudian kita rujuk ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan dan pemberian makanan tambahan agar gizinya tercukupi,” kata Menkes.

Komite Nasional

Menkes mengatakan, pihaknya akan membentuk sebuah komite yang akan menentukan kebijakan proteksi terhadap semua sampel/spesimen dan strain suatu penyakit hasil penelitian di Indonesia. “Saya akan membentuk suatu komite atau komisi nasional yang terdiri dari pakar spesialis anak, pakar spesialis penyakit dalam, virologi, serta pakar-pakar dari universitas dan dari Depkes,” kata dr. Endang.

“Komite itu akan menjadi semacam dewan pertimbangan untuk membahas dan memutuskan tawaran penelitian yang besar-besar, bermanfaat atau tidak untuk Indonesia, apa keuntungannya untuk Indonesia, apa saja yang boleh dilakukan oleh pihak asing, dan lain sebagainya” kata Menkes.

Depkes juga akan membentuk komite material transfer agreement (MTA) yang memutuskan, apakah spesimen virus/bakteri hasil suatu penelitian bisa dibawa keluar dari Indonesia atau tidak. Tetapi sedapat mungkin, spesimen tidak dibawa keluar dari Indonesia,” kata Menkes.

Page 1 of 3123»

Home  News  Request For Pricelist  Contact Us